Pages

Tampilkan postingan dengan label hacker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hacker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

5 Negara dengan Tentara Cyber paling kuat


1. China


China memang tidak pernah terbuka mengungkap kekuatan tentara cyber-nya. Namun mereka diduga kuat terlibat dalam berbagai serangan cyber skala besar ke negara lain, terutama ke Amerika Serikat.

Misalnya China dituding pernah menyerang sistem komputer AS secara masif di tahun 2002, yang diberi kode nama Titan Rain. Saat itu, China berhasil meraup sekitar 20 terabytes data dari jaringan komputer AS.

Tentara cyber China
kabarnya dimobilisasi oleh People's Liberation Army dan juga melibatkan masyarakat sipil. Amerika Serikat sendiri sangat waspada terhadap kekuatan cyber China.

"Dengan begitu majunya kapabilitas operasi cyber China saat ini, mereka bisa menggunakannya untuk melakukan bermacam serangan cyber yang tak bisa dibalas Amerika, bahkan mungkin juga tidak bisa dideteksi," demikian pernyataan US-China Economic and Security Review Commission.

2. Amerika Serikat



Amerika Serikat mendedikasikan cukup banyak sumber daya untuk memperkuat kemempuan cyber. Di antaranya, dengan mendirikan United States Cyber Command pada tahun 2009.

Unit tersebut bertanggungjawab mempertahankan AS dari serangan cyberyang sering menerpa mereka dan mempertahankan infrastruktur krusial. Selain itu juga melancarkan serangan ke negara lain jika diperlukan.

AS sendiri mencurigai China sangat banyak melakukan serangan pada mereka sehingga mereka sangat waspada terhadap Negeri Tirai Bambu ini. Meskipun memang belum ada bukti kuat bahwa serangan tersebut disponsori oleh negara, kecuali bahwa asal serangan dipastikan dari China.

Lembaga lain yang terlibat dalam pertahanan cyber AS adalah National Security Agency. Mantan presiden George W Bush pernah menyatakan NSA melancarkan serangan cyber secara terorganisir.

3. Inggris



Inggris juga serius mempersiapkan amunisi perang di dunia maya. Belum lama ini, negeri kerajaan itu mendirikan lembaga khusus bernama Research Institute in the Science of Cyber Security (RISCC).

Organisasi baru ini menghimpun para pakar ilmu sosial, matematika dan ilmu komputer dari berbagai universitas terkemuka di Inggris. Mereka akan bersatu mencari solusi untuk menghadang ancaman cyber yang ditujukan ke Inggris.

Inggris juga sering mengadakan program pelatihan bernama Cyber Security Challenge. Program ini melatih para hacker agar mampu menghadapi tantangan cyber masa depan.

Organisasi intelijen Inggris MI6 juga gencar melakukan serangan cyber. Mereka tercatat pernah membobol website milik Al Qaeda.

4. India



India juga cukup sering dilanda ancaman cyber. Tak tanggung-tanggung , mereka pun memperkuat diriantara lain dengan melatih sekitar 500 ribu pakar komputer.

"Kami harus melindungi sistem kritikal di pemerintahan maupun di sektor swasta yang penting seperti perbankan dan telekomunikasi," kata Kamlesh Bajaj, Data Security Council of India.

India memang menghadapi berbagai serangan cyber yang cukup masif. Sebagian di antara serangan tersebut berasal dari China.

Tentara cyber India juga cukup aktif melancarkan serangan di saat-saat tertentu. Di antaranya ke Pakistan yang meskipun tetangga dekat, kerap berselisih dengan India.

5. Rusia



Sebagai negara kuat, Rusia juga punya kapabilitas cyber yang tidak bisa dipandang remeh. Mereka punya lembaga khusus pertahanan cyber, seperti Russian Cyber Forces.

Tentara cyber Rusia diduga kuat pernah melakukan serangan hebat ke Estonia pada tahun 2008. Ketika itu, website penting di Estonia banyak yang tumbang dan mengganggu jalannya negara.

Anggaran yang disediakan Rusia untuk pertahanan cyber diestimasi sebesar USD 127 juta pada tahun 2008. Tentu jumlahnya meningkat pada saat ini.

Dan setidaknya 7.300 pakar internet dan komputer telah dihimpun untuk memperkuat kapabilitas cyber Negeri Beruang Merah tersebut.sumber:koran pagi

Senin, 03 Desember 2012

TINGGINYA GAJI PROGAMMER GOOGLE

Google memang dikenal memanjakan karyawannya dengan berbagai kemudahan dan gaji besar. Sebagai bukti, sebuah penelitian mengungkap programmer Google mendapat gaji paling besar dari perusahaan IT lain. 




Hasil penelitian Glassdoor, website informasi lapangan kerja, mengungkapkan gaji programmer Google lebih besar dari pada Facebook, Apple, eBay dan Zynga. Programmer Google rata-rata menerima gaji USD 128.336 per tahun (senilai Rp 1,23 miliar) sedangkan programmer Facebook menerima USD 123,626 (senilai Rp 1,19 miliar) dan programmer Apple menerima USD 114,413 per tahun (senilai Rp 1,1 miliar).


Besarnya gaji bagi programmer Google ini merupakan cara mereka untuk menarik perhatian talenta pemrograman. Walau masih memimpin, Google nampaknya harus waspada terhadap Facebook. Raksasa jejaring sosial itu tersebut menipiskan selisih besar gaji yang diberikan pada programmer-nya. Selisih gaji programmer kedua perusahaan tersebut tahun ini, menurut informasi Wall Street Journal (17/10), menipis menjadi hanya USD 4.710 dari nilai tahun sebelumnya yang sebesar USD 6.852.


Google nampaknya akan terus menawarkan berbagai kemudahan dan insentif bagi karyawannya. Tahun lalu mereka telah meningkatkan gaji seluruh karyawannya sebesar 10 persen. Hal tersebut untuk menjaga kesetiaan pegawai mereka sekaligus menarik perhatian calon karyawan baru. Hal ini penting dilakukan karena upaya pembajakan karyawan merupakan hal biasa dilakukan berbagai perusahaan kelas dunia.

Jumat, 30 November 2012

Anonymous nyatakan perang Terhadap Israel


Anonymous (Youtube)
 - Hujan roket yang menghantam jalur Gaza membuat kelompok hacker Anonymous bereaksi dengan merusak sejumlah situs milik Israel. Tak hanya itu, melalui sebuah video yang diposting di YouTube, mereka mengobarkancyberwar.

Seperti diketahui, Anonymous meretas sejumlah situs penting sebagai reaksi atas serangan brutal Israel dan ancaman pemerintah negera zionis tersebut untuk memotong jaringan internet agar tak bisa diakses warga Gaza.

Dilansir dari Dailycaller, Senin (19/11/2012), dalam pesan yang diklaim merupakan Anonymous Collective, kelompok itu berjanji akan melakukan segala upaya untuk melumpuhkan sistem internet Israel, mulai dari hack, deface, docks, hijack, mencuri informasi di database, mengambil alih admin dan mematikan DNS.

Sebelumnya, kelompok hacker terkenal ini mengklaim telah merusak database hampir 700 website Israel, termasuk Bank of Jerusalem. Situs Kementerian Luar Negeri Israel juga sempatdown.

Saking seriusnya terhadap perang ini, sampai Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan pemerintahannya kini menghadapi medan perang kedua di dunia maya.

Dilaporkan, sedikitnya 44 juta kali upaya serangan cyber telah menyerbu situs pemerintahan Israel, dan kemungkinan serangan ini masih akan terus berlanjut.

Berikut video pesan Anonymous mengenai deklarasi perang cyber terhadap Israel.




Kamis, 29 November 2012

SQL Injection, Metode Favorit Peretasan Di Indonesia


Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure merilis laporan akhir tahunnya dengan hasil yang mencengangkan, dalam bulan Januari-Oktober 2012 tercatat 36,6 juta serangan siber yang ditujukan ke Indonesia. Dengan rata-rata 120.000 serangan per hari, metode yang paling sering digunakan adalah injeksi sql atau structured query language injection.
Hal itu berdasarkan laporan yang beredar selama acara Seminar Nasional Keamanan Infrastruktur Internet yang berlangsung di Hotel Hilton Bandung, Selasa (27/11/2012). Laporan setebal 65 halaman itu menjelaskan secara detail mengenai data serangan siber yang berlangsung di Indonesia.
“Injeksi SQL menjadi metode yang banyak dipilih karena hampir seluruh server menggunakan bahasa ini,” kata Rudi Lumanto, Ketua ID-SIRTII yang dijumpai setelah seminar.
Injeksi SQL dilakukan dengan cara memanfaatkan celah keamanan pada sebuah server untuk masuk ke dalam jaringan. Begitu di dalam, peretas bisa mengakses data di dalamnya mulai dengan diraba, disalin, diubah, maupun dihapus.
Metode berikutnya yang paling sering dipakai adalah botnet yang jumlah serangannya bisa mencapai 13.000 kali dalam sehari. Botnet mengacu pada istilah komputer yang sudah diretas untuk mengirimkan data-data di dalamnya.
Dari asal serangan siber, laporan ID-SIRTII menyebutkan bahwa mayoritas berasal dari dalam negeri, yakni sebanyak 79.000 serangan per hari dan diikuti China sebanyak 24.000 serangan per hari. Dari Amerika Serikat juga terdeteksi sebanyak 2.800 serangan tiap hari.
Disinggung mengenai motif serangan, Rudi angkat tangan karena bisa berbagai hal mulai dari motif bisnis hingga sekadar iseng semata. Salah satu kasusnya adalah deface atau mengubah tampilan halaman utama website demi memamerkan identitas kelompok mereka.

Kamis, 06 September 2012

Mengenal Hacker Indonesia

Gambar Mengenal Hacker Indonesia Indonesia Hacker  hacker3
Hacker, mungkin istilah yang cukup menyeramkan di dunia maya. Hacker yang juga sering dijuluki “dedemit dunia maya” memang dikenal oleh masyarakat luas sebagai orang yang selalu melakukan aksi menjebol berbagai sistem keamanan di berbagai situs dan jaringan.
Bagaimana dengan Indonesia? Negara kepulauan ini juga terdapat banyak hacker yang memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan hacker luar negeri, seperti apa? Berikut beberapa profil hacker asal Indonesia.
Wenas Agusetiawan, Pendiri Antihackerlink
Wenas Agustiawan adalah pendiri Antihackerlink yang kini cukup terkenal dengan hadirnya repo Antihackerlink yang berisi aplikasi untuk Mac, iOS dan Blackberry.
Sang pendiri Antihackerlink ini ternyata dulunya adalah seorang hacker badung yang berhasil menjebol keamanan berbagai situs termasuk 3 situs dengan domain .sg atau Singapura sebagai bentuk protes.
Puncaknya kenakalannya adalah ketika Wenas Agustiawan ini membobol situs Data Storage Institute Singapura yang akhirnya berhasil diendus aparat yang kemudian menangkap Wenas, meski tidak mendapatkan hukuman pidana, Wenas harus membayar denda senilai Rp. 75 Juta.
Musibah ini membuat Wenas Agustiawan akhirnya tobat dan mulai menggunakan kemampuannya untuk hal yang positif. Wenas Agustiawan kini juga aktif di organisasi white hat, atau hack untuk keamanan.
Saat ini, Wenas telah mendirikan sebuah perusahaan bernama PhaseDev (PT. Phase Solusindo) yang bergerak dibidang solusi teknologi informasi. Tak hanya itu, Wenas Agusetiawan ini juga telah mendirikan portal populer Lintas.me dan juga menjadi freelancer di KapanLagi dan forum Kaskus.
Iwan Dharmawan
Hacker yang menggunakan nickname Chikebum ini merupakan salah satu pentolan dari Antihackerlink yang mengaku hanya sekolah sampai kelas 2 SMP. Meski demikian, Iwan Dharmawan memiliki kemampuan yang tak kalah dengan hacker lain, ia mampu membobol berbagai situs termasuk Toserba Matahari dan PLN.
Meski putus sekolah, bukan berarti Iwan Dharmawan berhenti untuk belajar, saat usia 15 tahun, ia mulai belajar JavaScript dan DHTML (Dynamic Hypertext Mark-up Language).
Iwan Dharmawan mengaku sering merasa sebal terhadap pembobol yang asal serang. Iwan mencontohkan, ada hacker yang gemar mengutak-atik halaman depan satu situs (deface) tapi tak bisa mengembalikannya seperti semula.
Rummy Taulu
Hacker yang menggunakan nickname cyberbug atau cbug ini adalah salah satu senior di kelompok hacker pembobol situs, Kecoak Elektronik. Rummy Taulu bersama rekan-rekan aktif melakukan pembobolan bernuansa politik di era orde baru.
Situs Markas Besar Kepolisian RI, partai Golkar dan Badan Pemeriksa Keuangan ini pernah menjadi korban dari aksi Rummy Taulu dan rekan-rekannya. Disetiap aksinya, Rummy Taulu dan kawan-kawan selalu menyelipkan kritik pada rezim yang berkuasa, antara lain penurunan harga, pembebasan tahanan politik dan penggantian presiden.
Rummy Taulu belajar komputer dan jaringan secara otodidak. Pada 1988, ia mulai mengajar aplikasi komputer di sebuah lembaga kursus di Manado. Karena ingin lebih banyak mempelajari sistem operasi Linux, ia bergabung dengan kelompok Kecoak Elektronik.
Seperti yang dilansir dari Penajamig33, Rummy juga menjadi pegawai Warung Internet Nikita di Manado. Hacker yang tadinya gemar membobol, kini Rummy Taulu aktif melakukan hal yang sebaliknya: menangkal serbuan pembobol.
Rummy Taulu, yang kini mengajar di Universitas De La Salle Manado, juga aktif sebagai konsultan keamanan di sebuah situs media online populer di Indonesia.